Jumat, 13 April 2018

GSW SIAP RAMAIKAN KMC (Kediri Marching Band Competition) 2018

Pasukan GSW(Gema Suara Wahidiyah) siap Gemakan Gor  
Kediri, Sufi of Uniwa - Asosiasi Pelatih Marching Band (APMB) Kota Kediri siap menggelar Kediri Marching Band Competition  Minggu 15 april 2018 yang berlangsung di Gedung Olahraga  Kediri .  tak hanya itu perlombaan ini akandi meriahkan Drumband Sekarisidenan Kediri.  peserta mulai dari TK hingga UNIVERSITAS yang akan berpartisipasi  mengikuti kompetisi yang di selengarakan 1 Tahun sekali.

Pada Kesempatan ini GSW (Gema Suara Wahidiyah) Siap ramaikan KMC 2018, tak tanggung tanggung GWS siap menurunkan 6 perwakilannya dalam ajang KMC  Tahunan ini. Salah satunya TK WAHIDIYAH , SMP WAHIDIYAH dan UNIVERSITAS WAHIDIYAH. 

dalam KMC 2018  pun tersaji Beberapa  kategori lomba yang di ikuti GSW :

1. Drumband
2.Marching Band
3.Individual Color Guard
4.Individual Snare
5.Individual Tenor

GWS (Gema Suara Wahidiyah) adalah salah satu Tim Drumband Terbaik di kawasan sekarisidenan Kediri, hampir semua kompetisi Drumband GWS slalu memenagkan Piala baik individu  maupun Tim.tak hanya itu  GSW sering di undang dalam acara Besar ini membuktikan bahwa GSW salah satu peserta Uggulan dalam KMC (Kediri Marching Band ) 2018.

GSW siap Memeriahkan KMC 2018 ratusan santri Kedunglo siap dukung Perjuangan GSW( Gema Suara Wahidiyah) yang akan berlangsung di GOR Kediri Minggu 15 april 2018 .
Kami mencoba mewawancarai Pelatih GSW Bapak Shodiq, Beliau  Menuturkan Bahwa Persaingan Drumband Kawasan Karisedenan Kediri Mulai Menunjukan Kualitasnya dan persaingan hampir sama rata maka dari itu kita akan  belajar  dan latihan sangat keras untuk menjadi Juara. (KAA)

Sabtu, 07 April 2018

HADIRI MUJAHADAH KUBRO, MENPORA : KALIAN HARUS BANGGA KULIAH DI UNIWA

Foto Bersama Bapak Menpora dengan Mahasiswa Universitas Wahidiyah

KEDIRI, Sufi of uniwa   – Perhelatan akbar doa bersama yang di selenggarakan oleh Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Kediri, merupakan agenda acara tahunan di selenggarakan 6 bulan sekali, yakni di bulan Rojab dan Muharrom seperti hari ini. Ritual doa bersama ini dimulai hari Kamis – Minggu, 5 sd 8 April 2018. Doa bersama atau yang biasa di kenal Mujahadah Kubro Sholawat Wahidiyah dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Rosululloh SAW  dan Haul Mbah KH. Abdul Majid Ma’roef QS Mualif Sholawat Wahidiyah .

Dalam Mujahadah Kubro kali ini dihadiri tokoh nasional yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga Dr.H. Imam Nahrawi pada gelombang Ketiga Yang di sponsori Remaja Wahidiyah  , hari Sabtu, 7 April 2018. Kedatangan  Dr.H. Imam Nahrawi di Pondok Pesantren Kedunglo – Kediri, dijadwalkan akan beramah tamah dengan Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo pukul. 20.00 wib, dan selanjutnya
pukul 21.00 wib memasuki arena Mujahadah Kubro, selanjutnya  Dr.H. Imam Nahrawi memberikan sambutan atas nama Pemerintah di era bapak Jokowi. Beliau Menuturkan dalam sambutanya di dalam Mujahadah Kubro bahwa saya disini menghadiri langsung Mujahadah Kubro karena ingin Beramah Tamah dengan Pengasuh Perjuangan Wahidiyah Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA serta meminta doa Restu semoga selalu tercurahkan Keberkahan dalam setiap tugas Kenegaraan .

 tak Hanya itu Bapak MENPORA juga sangat mengkagumi Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA dalam memimpin perjuangan yang besar "ya saya sangat kagum terhadap Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA dalam membangun perjuangan wahidiyah tidak hanya di bidang pendidikan namun kejahteraan umat "  di lanjut Fatwa Amanat hadratul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA. 
didalam Fatwa dan Amanat Beliau Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA. mendawuhkan bahwa sanya Perjuangan Wahidiyah tidak hanya di bidang Pendidikannya saja tapi juga membangun Ekonomi Umat (pengamal wahidiyah) . kita adobsi cara bernegara dan kita kembangkan di dalam perjuangan wahidiyah. kalo di Negara mempunya BUMN (Badan Usaha Milik Negara ) di Wahidiyah pun ada BUMW( Badan Usaha Milik Wahidiyah) tak hanya itu kita juga mempunya Koperasi yangi tersebar di seluruh Tanah Air sekitar 900 Koperasi Wahidiyah dan itu murni tidak tercampur bantuan Pemerintah atau Asing sekalipun .  

Setelah mengikuti jalannya acara Mujahadah Kubro kami pun (Pers uniwa)  Mencoba Mewawancarai Bapak MENPORA, beliau Menuturkan kepada Mahasiswa Universitas Wahidiyah agar selalu bangga terhadap UNIWA .'Teman teman Mahasiswa kalian Harus berbanggalah Kuliah di Uniwa kalian disini tidak hanya di didik namun di cetak menjadi seorang pejuang wahidiyah. 

Rangkaian mata acara Mujahadah Kubro bisa di saksikan melalui internet, “Acara ini bisa di akses via internet melaui www.kedunglo.com dan Live di TV lokal, yaitu Dhoho TV yang jangkauan siarannya bisa di nikmati dari Kediri, Blitar, Malang, Jombang dan Nganjuk,”  – KAA

Minggu, 01 April 2018

SUFI, MARI KITA BERORGANISASI

foto Bersama angggota sufi setelah acara sarahsehan

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal mudah, namun bisa dipermudah jika kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa. Kita harus mengikuti arus pergaulan kampus, tentunya pergaulan yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita.
Di kampus, kita harus bisa membiasakan diri untuk menunjukkan rasa sosial yang tinggi. Itu semua bisa diwujudkan dengan bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Disana kita bisa menunjukkan bahwa kita mampu memberikan dampak yang baik di lingkungan kampus. Kita harusnya bisa menjadi contoh bagi rekan-rekan kita yang lain maupun junior yang akan bergabung nantinya.
Organisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa yang menimba ilmu di kampus. Organisasi sebetulnya sangat penting untuk kebaikan kita sebagai mahasiswa, namun kesadaran berorganisasi itu sangat minim dewasa ini. Sudah semakin berkurang tampaknya mahasiswa yang berminat untuk bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Padahal, dengan berorganisasi kita mampu menemukan jati diri kita sesungguhnya sebagai kaum intelektual. Tidak hanya sekedar duduk dan mendengarkan dosen memberi perkuliahan, tetapi kita juga bisa merasakan kepuasan menjadi seorang pemimpin pada sebuah organisasi.
Dalam berorganisasi, kita bisa mengenal dunia kampus lebih luas. Misalnya saja kita adalah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa dengan pidato ataupun sering gugup ketika berbicara di depan orang ramai, dengan berorganisasi kita akan dibina untuk hal itu. Setidaknya, keluar dari organisasi tersebut kita mampu untuk berbicara secara terbuka di depan orang banyak.
Aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu mental. Jika kita sudah punya mental untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan pembinaan dalam organisasi tersebut dengan baik. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berorganisasi, jangankan untuk berbicara di depan orang ramai, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecilpun tidak sanggup rasanya untuk berpendapat.
Betapa pentingnya organisasi tidak mampu kita ukur secara formal, namun bisa kita rasakan dengan perasaan. Dahulunya kita hanyalah seorang yang pendiam dan jarang bergaul, setelah mencoba untuk berorganisasi maka kita bisa untuk mengeluarkan pendapat dan berbicara dengan tenang. Kita tidak lagi merasakan gugup atau gemetar melihat kumpulan orang yang akan mendengar apa yang akan kita ucapkan.
Seorang mahasiswa akan mengarungi perjalanan panjang untuk meraih mimpinya sebagai seorang sarjana, kemudian mendapatkan pekerjaan yang layak tentunya. Begitulah kira-kira keinginan semua mahasiswa yang berjuang keras melewati perjalanan panjangnya selama duduk di bangku perguruan tinggi. Perjalanan panjang itu tidak boleh disia-siakan, karena kita harus bisa memanfaatkan segala hal yang baik untuk memberi hasil positif bagi diri kita sendiri. Akan lebih baik jika kita juga mampu memberikan dampak positif bagi orang lain.
Bagi mahasiswa yang belum menemukan jati dirinya sebagai seorang mahasiswa, maka berusahalah untuk bergabung dengan organisasi yang ada di kampus. Semua itu akan berguna untuk kelangsungan perkuliahan dan mampu menjalin persahabatan antara sesama mahasiswa di kampus. Janganlah menjadi mahasiswa seperti batu yang terselip dalam pondasi, yang hanya bertahan pada satu tempat berdiam. Sama halnya dengan mahasiswa yang hanya duduk di bangku kuliah tanpa memberikan umpan balik dalam perkuliahan.
Mungkin kita pernah mendengar istilah “mahasiswa kupu-kupu” yang artinya mahasiswa tersebut hanya datang untuk perkuliahan semata. Sementara untuk informasi lainnya yang ada di kampus tidak ia hiraukan jika tidak ada sangkut pautnya dengan mata kuliah. Sebaiknya, kita jangan mencontoh mahasiswa yang demikian. Hendaknya kita bisa menjadi mahasiswa sejati dan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan kita dengan berorganisasi di kampus. Manfaat Berorganisasi Bagi Mahasiswa
Beberapa manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, yaitu:
1. Memperluas pergaulan
2. Meningkatkan wawasan/pengetahuan
3. Membentuk pola pikir yang lebih baik
4. Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan
5. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
6. Melatih leadership (kepemimpinan)
7. Belajar mengatur waktu
8. Memperluas jaringan (networking)

KAA